Ekonomi – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) akhirnya angkat bicara mengenai rencana besar penggabungan atau merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya yang santer terdengar. Kabarnya, Waskita Karya akan menjadi bagian dari PT Hutama Karya (Persero) dalam konsolidasi ini.
Hanugroho, Direktur Utama Waskita Karya, menyatakan bahwa proses penggabungan Waskita dengan BUMN karya lainnya ditargetkan selesai paling lambat tahun 2026. Saat ini, rencana aksi korporasi tersebut masih dalam tahap pengkajian mendalam bersama Danantara Aset Manajemen.

"Mengenai timeline integrasi, selain proses konsolidasi dan kajian yang sedang berjalan, kami targetkan maksimal tahun 2026 sudah tereksekusi," ungkap Hanugroho dalam public expose virtual, Selasa (4/11).
Ia menjelaskan bahwa proses konsolidasi ini membutuhkan waktu yang cukup panjang karena mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan bisnis masing-masing perusahaan hingga aspek Sumber Daya Manusia (SDM). Terlebih lagi, Waskita Karya berstatus sebagai perusahaan terbuka yang sebagian sahamnya dimiliki oleh publik.
"Apalagi ini ada perusahaan TBK, kita harus perhatikan respon pasar ataupun investor yang ada di market, itu kita juga harus akomodir, kira-kira responnya seperti apa," imbuhnya.
Manajemen Waskita juga masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemegang saham terkait kemungkinan perubahan status Waskita sebagai emiten, termasuk opsi go private.
"Pembahasan mengenai kita dari go public menjadi go private itu sangat mungkin juga dalam pembahasan kita. Jadi ini masih subjek dari hasil final bentuk struktur konsolidasi integrasinya," jelasnya.
Hanugroho menambahkan, berbagai opsi struktur konsolidasi masih dipertimbangkan, seperti pembentukan holding-subholding atau merger penuh. Dalam skenario merger, beberapa perusahaan akan dilebur menjadi satu entitas tunggal, dan penentuan entitas mana yang akan menjadi surviving entity masih dalam kajian.
Rencana penggabungan ini juga berpotensi menyebabkan penurunan nilai aset, sehingga penyesuaian struktural perlu dilakukan secara cermat.
"Jadi market value lah intinya. Jadi tidak ada lagi potensi yang berakibat after dari integrasi itu ada angka-angka yang muncul tiba-tiba yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi kita tuh preparation-nya betul-betul kita matangkan," tegasnya.
Konsolidasi ini menjadi perhatian banyak pihak karena merupakan arahan Presiden RI untuk membenahi BUMN karya dari 7 perusahaan menjadi 3 perusahaan. "Tujuan utamanya memang strategis, yaitu kembali fokus pada core bisnis BUMN Karya," ujarnya.
Tujuan lain dari konsolidasi ini adalah meningkatkan sinergi dan efisiensi operasional, serta memperkuat peran BUMN dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional dengan sumber daya yang lebih terpusat dan efektif.
"Kami melakukan konsolidasi bersama dengan Danantara Aset Manajemen dan kita akan melakukan kajian kembali terkait dengan proses integrasi ini. Sehingga ini sifatnya belum final bentuknya seperti apa," pungkasnya. Informasi ini dilansir dari ekonomi.or.id.





