Ekonomi – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus berupaya mencari mitra strategis baru untuk mengembangkan proyek smelter nikel berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Meskipun sebelumnya telah menggandeng perusahaan asal China, Zhejiang Huayou Cobalt Co., Vale nampaknya ingin memperkuat konsorsiumnya.
"Saat ini prosesnya masih berjalan. Kami belum menemukan mitra yang tepat, tetapi kami terus mencari yang terbaik," ujar Head of Corporate Finance & Investor Relations Vale Indonesia, Andaru Brahmono Adi, di Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Andaru optimistis bahwa mitra baru untuk proyek smelter HPAL di Sorowako ini akan ditentukan pada tahun ini setelah perusahaan melakukan market sounding. Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki daftar calon mitra, namun belum dapat diumumkan secara publik.
"Daftar sudah ada, tetapi belum ada yang bisa kami ungkapkan. Kemungkinan kami masih akan melakukan market sounding," imbuhnya.
Meskipun pencarian mitra masih berlangsung, Andaru menegaskan bahwa hal ini tidak akan memengaruhi jadwal penyelesaian smelter HPAL. Pasalnya, Vale telah memiliki mitra di bidang teknologi, yaitu Huayou.
"Tanpa mitra lain pun, kami sudah bisa memulai pekerjaan," tegasnya.
Sebagai informasi, Vale saat ini tengah membangun setidaknya tiga proyek pemurnian dan pemrosesan (smelter) nikel di Indonesia dengan total investasi mencapai US$ 9 miliar atau setara dengan Rp 130 triliun. Ketiga proyek smelter tersebut ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2026 dan 2027 mendatang.
Proyek-proyek tersebut meliputi: pertama, proyek smelter nikel berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang bekerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co. dan Ford Motor Co. Smelter ini akan memproduksi 120 ribu ton per tahun Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Kedua, proyek smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, yang bekerja sama dengan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd (Xinhai). Ketiga, proyek smelter HPAL di Sorowako, Sulawesi Selatan, yang juga bekerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co.





