Ekonomi – Kisah inspiratif datang dari Seger, seorang pelajar SMP berusia 14 tahun asal Kediri, Jawa Timur, yang mendadak menjadi buah bibir. Bukan karena memenangkan lotre, melainkan karena kejujurannya menemukan artefak berharga yang membuatnya menerima hadiah setara miliaran rupiah dari Presiden Republik Indonesia pada masanya.
Peristiwa ini bermula pada tahun 1989, ketika Seger menghabiskan waktu libur sekolahnya dengan bekerja sebagai buruh tani di sawah milik Zaini. Ia terpaksa bekerja keras demi melunasi tunggakan biaya sekolahnya yang sudah menumpuk selama dua bulan.

Di tengah kesibukannya mencangkul tanah, pada tanggal 21 Juni 1989, cangkul Seger membentur sebuah benda keras. Rasa penasaran mendorongnya untuk menggali lebih dalam, dan ia terkejut menemukan sebuah benda pipih berlapis emas, bertatahkan permata dan berlian. Tanpa ragu, Seger melaporkan penemuannya ke pihak berwajib.
Kejujuran Seger ini menuai pujian dari berbagai pihak. Artefak yang ditemukannya ternyata bukan benda sembarangan. Benda seberat 1,2 kilogram tersebut terbuat dari emas murni dan dihiasi 48 butir permata serta berlian. Para ahli menduga artefak ini berasal dari masa akhir Kerajaan Majapahit.
Atas tindakan terpuji tersebut, Seger menerima penghargaan dari berbagai pihak. Presiden Soeharto melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hasan memberikan uang sebesar Rp19,7 juta. Pangdam Brawijaya menyumbang Rp140 ribu, dan Pemda Kediri menambahkan Rp1,12 juta. Pemilik sawah, Zaini, juga mendapat apresiasi berupa uang Rp9 juta. Selain itu, Seger juga menerima beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi.
Jika ditotal, Seger menerima sekitar Rp20 juta. Dengan harga emas pada tahun 1989 yang sekitar Rp24 ribu per gram, uang tersebut setara dengan 833 gram emas. Mengacu pada harga emas saat ini yang mencapai Rp2,6 juta per gram (17/1/2026), nilai emas tersebut setara dengan Rp2,1 miliar. Dengan demikian, Seger mendadak menjadi "miliarder" pada masanya.
Kisah Seger menjadi pengingat bahwa kejujuran akan selalu membuahkan hasil yang manis. Lebih dari sekadar materi, kejujuran Seger memberikan warisan moral yang tak ternilai harganya.





