Ekonomi – Tahun 2025 diprediksi menjadi periode penuh tantangan bagi industri pelayaran dan logistik laut. Gejolak harga komoditas dan perlambatan ekonomi global menjadi faktor utama yang memicu kekhawatiran ini, diungkapkan oleh Komisaris Utama PT Bintang Samudera Mandiri Lines (BSML), Mohamad Prapanca.
BSML, perusahaan yang bergerak dalam pengangkutan komoditas tambang, infrastruktur, dan lainnya, mengambil langkah strategis untuk menjaga performa keuangan. Salah satunya adalah dengan menjual dua aset kapal yang sudah berumur. Selain itu, perusahaan juga tengah mempersiapkan kolaborasi untuk pengelolaan armada baru, sebagai langkah ekspansi bisnis di tahun 2026.

Prapanca menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan dukungan lebih kepada sektor jasa angkutan laut dan logistik. Ia menekankan pentingnya melibatkan sektor swasta dalam bisnis logistik. Menurutnya, keterlibatan ini akan memberikan kepastian berusaha, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja baru.
"Peluang ini sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan bisnis sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian secara luas," ujar Prapanca dalam wawancara dengan ekonomi.or.id.





