Ekonomi – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) resmi memulai proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk para kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada hari Jumat, 23 Januari. Solikin M. Juhro, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial di Bank Indonesia, menjadi kandidat pertama yang menjalani serangkaian pengujian tersebut.
Proses penting ini akan menentukan siapa yang akan menduduki posisi strategis sebagai Deputi Gubernur BI, membantu Gubernur BI dalam menjalankan tugas dan wewenangnya menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan Indonesia. Uji kelayakan dan kepatutan ini menjadi sorotan karena peran Deputi Gubernur sangat krusial dalam pengambilan kebijakan-kebijakan penting di Bank Indonesia.

Solikin M. Juhro, sebagai kandidat pertama, akan menghadapi pertanyaan-pertanyaan mendalam dari anggota Komisi XI DPR RI terkait visi, misi, serta strategi yang akan dijalankannya jika terpilih. Pengalaman dan rekam jejaknya selama menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI tentu akan menjadi salah satu fokus penilaian utama. Masyarakat menantikan hasil dari uji kelayakan ini, berharap terpilihnya Deputi Gubernur BI yang kompeten dan mampu membawa Bank Indonesia semakin adaptif terhadap dinamika perekonomian global. Informasi lebih lanjut mengenai proses ini dapat disimak melalui laporan ekonomi.or.id.





