Ekonomi – PT Remala Abadi Tbk. (DATA), emiten penyedia internet yang baru saja diakuisisi oleh Grup Djarum, bergerak cepat dengan mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp1 triliun untuk ekspansi bisnis. Fokus utama perusahaan adalah pengembangan teknologi jaringan Fiber to the Home (FTTH).
Direktur Utama DATA, Agus Setijono, mengungkapkan target ambisius untuk membangun 500.000 jaringan FTTH sepanjang tahun ini. Lebih dari separuh anggaran akan dialokasikan untuk pembangunan FTTH ritel. "Kami sudah memiliki kabel Java Backbone sejak tahun lalu, namun belum diaktifkan. Tahun ini, kami akan mengaktifkannya," jelas Agus usai acara public expose DATA di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Selain pembangunan FTTH, capex juga akan digunakan untuk pembelian aset properti sebagai point of presence (POP) untuk mendukung operasional jaringan internet.
Dalam rangka mewujudkan ekspansi ini, Remala Abadi menjalin kerjasama dengan sejumlah mitra strategis, antara lain:
- PT Huawei Tech Investment: Kemitraan ini mencakup dukungan teknologi dan solusi strategis, termasuk layanan internet residensial hingga 10 Gbps, solusi keamanan jaringan anti-DDoS, implementasi Software Defined Wide Area Network (SD-WAN), dan penyediaan perangkat Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) untuk backbone utama Remala.
- PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI): Kerjasama ini berfokus pada dukungan penyediaan material telekomunikasi, termasuk kabel laut, kabel terestrial, dan aksesoris pendukung, serta koordinasi teknis dan informasi dalam pengembangan jaringan Remala ke area yang lebih luas.
- PT Voksel Electric Tbk: Remala berencana membeli kabel backbone dari Voksel Electric, meliputi proses permintaan harga, negosiasi teknis dan komersial, penyusunan perjanjian pembelian, hingga pengiriman dan implementasi kabel untuk mendukung ekspansi sebanyak 5 juta homepass.
- PT Ketrosden Triasmitra Tbk (Triasmitra) dan PT Jejaring Mitra Persada: Kerjasama ini mencakup Indefeasible Right of Use (IRU) untuk empat backbone yang sudah eksisting, yaitu Kabel Darat (Inland) Ultimate Java Backbone (UJB), Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta – Surabaya (SKKL Jayabaya), SKKL Anyer – Kalianda, dan Inland Cable SDCS (Surabaya – Denpasar Cable System), serta satu backbone yang sedang dipersiapkan, yaitu SKKL Rising 8 Segmen Jakarta – Batam.
- Guangzhou V-Solution Telecommunication Technology Co., Ltd (Vsol): Kemitraan ini terkait dengan komitmen pengadaan 1.000.000 unit perangkat Optical Network Terminal (ONT) yang dapat mendukung layanan internet rumah tangga hingga 1 Gbps.
- PT Kosmos Wavelength Technology: Kerjasama ini berfokus pada penyediaan kabel distribusi dan infrastruktur kabel jaringan ke rumah pelanggan, penyelarasan aspek teknis dan komersial, serta dukungan administratif dan legalitas kerja sama yang mendukung 5 juta home connect.
Agus menjelaskan bahwa sumber dana capex berasal dari bisnis operasional, pembiayaan bank, dan investasi dari investor, termasuk Grup Djarum yang baru bergabung sebagai investor DATA.





