Ekonomi – PT Pegadaian (Persero) mencatatkan kinerja gemilang dengan berhasil menghimpun 129 ton emas hingga akhir Oktober 2025. Jumlah fantastis ini berasal dari berbagai layanan emas yang ditawarkan, termasuk layanan bullion bank yang baru diluncurkan pada akhir Februari 2025.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap layanan Bank Emas sangat tinggi, terutama karena peluncurannya bertepatan dengan momentum harga emas yang sedang bagus. Hal ini disampaikan dalam acara Bullion Connect 2025 di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (12/11/2025).

Secara rinci, Damar menjelaskan bahwa layanan deposito emas telah berhasil menarik sekitar 1,86 ton emas senilai Rp 4,14 triliun. Sementara itu, layanan pinjaman modal kerja berbasis emas telah menyalurkan 370 kilogram emas dengan nilai Rp 628 miliar.
Layanan perdagangan atau trading emas fisik di Pegadaian juga menunjukkan performa yang solid, mencapai 7,68 ton emas dengan nilai Rp 14,14 triliun. Selain itu, layanan titip emas korporasi atau corporate gold custody berhasil menghimpun sekitar 3,1 ton emas senilai Rp 6,88 triliun.
Lebih lanjut, layanan tabungan emas Pegadaian mencatatkan angka yang mengesankan, yaitu 15,75 ton emas dengan nilai Rp 35,04 triliun. Layanan cicil emas Pegadaian juga turut berkontribusi dengan mengumpulkan sekitar 8,8 ton emas senilai Rp 13 triliun.
Dengan demikian, operasional bullion bank Pegadaian berhasil mencatatkan volume transaksi sebesar 28,76 ton emas dengan nilai Rp 60,83 triliun hingga akhir Oktober 2025.
Namun, angka tersebut belum termasuk emas yang dikelola Pegadaian dari layanan utamanya, yaitu gadai emas. Saat ini, jumlah emas gadai yang dikelola perusahaan mencapai 92 ton. Dengan kata lain, Pegadaian terus menjadi andalan masyarakat dalam berinvestasi dan memanfaatkan emas.





