Emas Meroket! MDKA Bidik Untung Gede?

Toni Rasta

Emas Meroket! MDKA Bidik Untung Gede?

Ekonomi – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) optimis harga emas akan terus melambung hingga akhir tahun. Sentimen positif ini mendorong perusahaan untuk menetapkan sejumlah target ambisius.

Lonjakan harga emas yang mencapai rekor tertinggi, menembus US$4.000 per troy ons pada Oktober lalu, menjadi angin segar bagi MDKA. Tom Malik, Corporate Communication MDKA, mengungkapkan keyakinannya bahwa permintaan emas yang tinggi, ditambah ketidakpastian politik global, akan terus mendorong harga emas sebagai aset safe haven.

Emas Meroket! MDKA Bidik Untung Gede?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sebagai informasi, harga emas mencapai US$4.000 per troy ons untuk pertama kalinya pada Selasa, (8/11/2025). Analis dari UBS mencatat, harga emas terdorong oleh beragam sentimen seperti suku bunga yang lebih rendah, pelemahan Dolar Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian politik.

Grup Merdeka, sebagai holding pertambangan, memiliki sumber daya yang signifikan di Indonesia, mencakup 36,4 juta ounces emas, 8,5 juta ton tembaga, 13,8 juta ton nikel, dan 1 juta ton kobalt. Tambang emas utama mereka berlokasi di Tujuh Bukit, Banyuwangi, dan Pani, Gorontalo.

MDKA melalui PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), memulai produksi emas perdana di Tambang Pani, Gorontalo, sejak awal 2026. Penambangan pertama telah dilakukan pada 1 Oktober 2025. Proyeksi menunjukkan potensi produksi puncak Tambang Emas Pani Gorontalo mencapai 500.000 ounces per tahun pada 2032.

Di Tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi, PT Bumi Suksesindo (BSI) telah memulai penambangan bijih pada 2016 dan menghasilkan emas pertama pada 2017. Peningkatan cadangan bijih melalui pengeboran pada 2024 memperpanjang umur tambang oksida hingga 2029. PT BSI menargetkan produksi emas antara 100.000 hingga 110.000 ons sepanjang 2025.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan mengalokasikan biaya tunai (cash cost) sekitar 1.000 dolar AS hingga 1.100 dolar AS per ons.

PT Bumi Suksesindo (BSI) mengoperasikan area tambang seluas 992 hektare dari total wilayah konsesi 4.998 hektare, berdasarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi dan Produksi yang diterbitkan pada tahun 2012. Lokasi tambang berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, dalam kawasan hutan produksi.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar