Anak Usaha Telkom Dipangkas hingga Jadi 19: Bos BUMN Janji Tidak Ada PHK, Apa Dampaknya?

ely

Anak Usaha Telkom Dipangkas hingga Jadi 19: Bos BUMN Janji Tidak Ada PHK, Apa Dampaknya?
Anak Usaha Telkom Dipangkas hingga Jadi 19: Bos BUMN Janji Tidak Ada PHK, Apa Dampaknya?

EKONOMI – 09 Juni 2026 | Dalam upaya memperkuat struktur korporasi, Anak Usaha Telkom Dipangkas hingga Jadi 19, Bos BUMN Janji Nggak Ada PHK menjadi sorotan utama pekan ini. Chief Operating Officer (COO) Danantara bersama Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyampaikan langkah strategis ini di sebuah konferensi pers yang dihadiri oleh sejumlah media ekonomi.

Latar Belakang Perampingan

Telkom Group selama beberapa tahun terakhir menjalani proses diversifikasi yang menghasilkan lebih dari 30 entitas anak usaha di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur jaringan hingga layanan digital. Namun, pertumbuhan yang cepat tidak selalu diikuti dengan sinergi yang optimal. Menyusul penurunan laba bersih pada kuartal terakhir, manajemen memutuskan untuk melakukan streamlining.

Rincian Pengurangan Anak Usaha

Menurut pernyataan resmi, jumlah anak usaha akan dipangkas menjadi 19 entitas inti. Proses ini melibatkan penggabungan, penjualan, atau likuidasi beberapa unit yang dianggap tidak strategis. Contoh konkret termasuk penjualan saham di perusahaan rintisan teknologi serta penutupan unit layanan yang memiliki margin rendah.

Langkah-Langkah Konkret

  • Penggabungan tiga anak perusahaan telekomunikasi regional menjadi satu entitas nasional.
  • Divestasi aset non‑core senilai sekitar Rp2,5 triliun.
  • Restrukturisasi organisasi internal untuk mengurangi tumpang tindih fungsi.

Janji Tanpa PHK

Meski ada spekulasi tentang pemutusan hubungan kerja, pihak BUMN menegaskan bahwa Anak Usaha Telkom Dipangkas hingga Jadi 19, Bos BUMN Janji Nggak Ada PHK tetap menjadi komitmen utama. Dony Oskaria menambahkan bahwa perusahaan akan memanfaatkan program penempatan kembali, pelatihan ulang, dan penyesuaian jabatan untuk mengakomodasi karyawan yang terdampak.

Dampak Terhadap Industri dan Ekonomi

Para analis memandang langkah ini sebagai upaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing di pasar global. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom diharapkan dapat mengalokasikan sumber daya ke inovasi digital, seperti 5G, cloud computing, dan layanan fintech.

Namun, ada pula kekhawatiran mengenai konsentrasi risiko pada entitas yang tetap aktif. Jika satu atau dua anak usaha utama mengalami penurunan performa, dampaknya dapat lebih signifikan dibandingkan saat portofolio tersebar luas.

Reaksi Pemangku Kepentingan

Sekretaris Pers Telkom, Rina Wijaya, menyampaikan bahwa proses restrukturisasi sudah berada pada fase akhir dan akan selesai dalam enam bulan ke depan. Serikat pekerja mengapresiasi jaminan tidak ada PHK, namun tetap meminta transparansi penuh mengenai mekanisme penempatan kembali.

Kesimpulan

Dengan Anak Usaha Telkom Dipangkas hingga Jadi 19, Bos BUMN Janji Nggak Ada PHK sebagai inti narasi, Telkom Group berupaya menata ulang struktur bisnisnya agar lebih fokus pada inti kompetensi dan inovasi. Jika berhasil, langkah ini dapat menjadi contoh bagi BUMN lain dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan tekanan persaingan pasar.

Also Read

Tinggalkan komentar