Ambisius! BUMN Dikejar Setor Rp813 T, Ini Strateginya!

Toni Rasta

Ambisius! BUMN Dikejar Setor Rp813 T, Ini Strateginya!

Ekonomi – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan kesiapannya untuk memenuhi target ambisius yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Target tersebut adalah menyumbang US$50 miliar atau setara dengan Rp813 triliun kepada negara.

Rosan Roeslani, CEO Danantara, menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai target Return of Asset (ROA) tersebut. "Apapun itu, kita akan lakukan semaksimal mungkin dengan investasi, aset, dan ekuitas yang ada. Ini akan menjadi parameter kinerja kita ke depannya," ujarnya kepada wartawan di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (12/8/2025).

 Ambisius! BUMN Dikejar Setor Rp813 T, Ini Strateginya!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Rosan menambahkan bahwa Danantara akan menjadikan Sovereign Wealth Fund (SWF) kelas dunia sebagai tolok ukur dalam pengelolaan investasi. Langkah ini diharapkan dapat membantu Danantara dalam merealisasikan program yang diamanatkan oleh Presiden.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan bahwa angka US$50 miliar yang dimaksud Prabowo adalah dampak ekonomi bergulir yang diharapkan dari pengelolaan Danantara. "Guliran ekonominya yang diharapkan dari investasi itu sekitar US$50 miliar. Kalau ROA itu berbeda lagi, Presiden bicara tentang persentase," jelas Misbakhun.

Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan perdananya di Sidang Tahunan MPR (15/8/2025), Presiden Prabowo menekankan bahwa APBN Indonesia tidak boleh lagi mengalami defisit. Ia meyakini, dengan aset BUMN yang bernilai lebih dari US$1.000 triliun, BUMN seharusnya mampu menyumbang minimal US$50 miliar kepada negara. Jika hal ini tercapai, defisit APBN dapat dihindari. Oleh karena itu, Presiden menugaskan Badan Pengelola Investasi dan Kementerian BUMN untuk menata perusahaan-perusahaan milik negara.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar