Ekonomi – Di tengah nilai tukar Rupiah yang masih tertekan di kisaran Rp 16.900 per Dolar AS, Direktur Investasi PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), Ernawan R. Salimsyah, memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2026.
Ernawan meyakini BI mampu menjaga stabilitas Rupiah berkat fundamental ekonomi Indonesia yang solid, didukung oleh inflasi yang terkendali dan cadangan devisa yang kuat. Keyakinan ini menjadi dasar strategi investasi MMI dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis.

MMI memiliki empat pilar investasi utama. Pertama, sektor-sektor yang didorong oleh pertumbuhan, seperti rumah sakit, telekomunikasi, dan konsumsi. Kedua, sektor perbankan dengan kapitalisasi besar (big caps) yang berpotensi mengalami inflow atau aliran dana masuk yang signifikan.
Ketiga, sektor terkait logam, khususnya emas dan perak, yang diuntungkan oleh sentimen safe haven di tengah ketidakpastian global. Terakhir, MMI juga melirik saham-saham konglomerasi yang memiliki momentum pertumbuhan yang menjanjikan.
Strategi investasi ini mencerminkan pandangan MMI terhadap arah kebijakan bank sentral, pergerakan nilai tukar Rupiah, dan sentimen global. Ernawan menekankan pentingnya diversifikasi dan pemilihan sektor yang tepat untuk memaksimalkan potensi keuntungan di tengah tantangan ekonomi yang ada.





