Ekonomi – Pasar keuangan Indonesia kembali bergejolak. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah tipis 0,01% ke level 6.900 pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Selasa, 8 Juli 2025. Rupiah pun ikut merasakan dampaknya, terkoreksi 0,03% menjadi Rp16.225 per Dolar AS. Sentimen negatif ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif baru yang digulirkan oleh pemerintahan Trump.
Menurut analis ekonomi.or.id Research, Susi Setiawati, tekanan terhadap IHSG dan Rupiah ini merupakan respons pasar terhadap potensi dampak negatif dari kebijakan tarif Trump terhadap perekonomian Indonesia. Kenaikan tarif impor hingga 32% dikhawatirkan akan mengganggu kinerja ekspor Indonesia dan memicu inflasi.

"Pasar sedang mencerna potensi dampak dari tarif baru ini. Investor cenderung wait and see, sehingga tekanan jual meningkat," ujar Susi dalam program Power Lunch ekonomi.or.id.
Lebih lanjut, Susi menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah juga dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS (The Fed) dan ketidakpastian geopolitik. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan tekanan ganda bagi pasar keuangan Indonesia.





