Ekonomi – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan gebrakan besar di industri pupuk nasional. Dalam lima bulan ke depan, Danantara berencana melakukan konsolidasi bisnis secara menyeluruh demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Chief Operation Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa langkah strategis ini merupakan bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2025. "Kita akan melakukan streamlining bisnis proses agar lebih fleksibel dan efisien," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (23/7).

Fokus utama dari konsolidasi ini adalah menekan harga pupuk. Danantara berencana membangun pabrik baru dan memperbaiki fasilitas produksi yang sudah ada. "Tujuannya jelas, agar biaya produksi pupuk bisa ditekan sehingga harga jualnya lebih terjangkau," tegas Dony.
Selain itu, Danantara juga akan mengusulkan sejumlah perubahan kebijakan kepada pemerintah untuk mendukung upaya ini. Saat ini, industri pupuk telah berada dalam holding. Danantara akan melanjutkan pengembangan melalui strategi bisnis yang sedang dikaji secara mendalam.
"Kami ingin menjadikan sektor pupuk ini tangguh dan berdaya saing di masa depan. Ini adalah prioritas utama kami, terutama karena pemerintah menargetkan swasembada pangan. Pupuk adalah kunci, dan kami berkomitmen untuk mewujudkannya," pungkas Dony.





