PTPP Merana! Laba Anjlok Drastis, Ada Apa?

Toni Rasta

PTPP Merana! Laba Anjlok Drastis, Ada Apa?

Ekonomi – Kabar kurang sedap datang dari PT PP (Persero) Tbk (PTPP), di mana laba bersih perusahaan hingga kuartal III tahun 2025 terjun bebas ke angka Rp 5,5 miliar. Angka ini mencerminkan penurunan drastis sebesar 97,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 267,2 miliar.

Penurunan laba yang signifikan ini, seperti yang dilaporkan dalam laporan keuangan PTPP kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), disebabkan oleh penurunan pendapatan perusahaan. Hingga kuartal III 2025, PTPP mencatatkan pendapatan sebesar Rp 10,7 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 14,0 triliun.

PTPP Merana! Laba Anjlok Drastis, Ada Apa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun beban pokok pendapatan juga mengalami penurunan menjadi Rp 9,12 triliun dari sebelumnya Rp 12,3 triliun, laba kotor PTPP tetap mengalami penurunan menjadi Rp 1,61 triliun dari Rp 1,65 triliun.

Selain itu, PTPP juga mencatat kenaikan pada sejumlah pos beban, termasuk beban usaha yang naik menjadi Rp 595,3 miliar, kerugian penurunan nilai yang naik menjadi Rp 224,9 miliar, dan beban keuangan yang naik menjadi Rp 1,5 triliun.

Di sisi lain, bagian laba ventura bersama mengalami penurunan menjadi Rp 642,1 miliar, bagian laba entitas asosiasi turun menjadi Rp 33,6 miliar, dan pendapatan lainnya naik menjadi Rp 994 miliar. Setelah dikurangi beban lainnya yang naik menjadi Rp 590,2 miliar dan beban pajak final yang turun menjadi Rp 272,7 miliar, laba sebelum pajak PTPP turun menjadi Rp 45,8 miliar dari sebelumnya Rp 100,5 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan bersih yang naik menjadi Rp 30,5 miliar, laba tahun berjalan PTPP hingga kuartal III tahun ini anjlok menjadi Rp 15,2 miliar dari sebelumnya Rp 23,07 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Total aset PTPP hingga kuartal III tahun 2025 tercatat sebesar Rp 55,5 triliun, sedikit menurun dibandingkan posisi aset pada akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 56,5 triliun. Informasi ini dilansir dari laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan melalui ekonomi.or.id.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar