Modal Pasar RI Bakal Gede Banget? Ini Bocoran OJK!

Toni Rasta

Modal Pasar RI Bakal Gede Banget? Ini Bocoran OJK!

Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini mengungkap ambisi besar untuk industri pasar modal Indonesia hingga tahun 2027. Target-target ambisius ini tertuang dalam Roadmap Pasar Modal 2023-2027. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyatakan optimisme bahwa target tersebut dapat tercapai berkat dukungan dari berbagai pihak terkait.

Inarno menjelaskan, salah satu target utama adalah peningkatan kapitalisasi pasar hingga mencapai 70% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau di atas Rp 15.000 triliun pada tahun 2027. Data per 12 September 2025 menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar telah mencapai 63,82% atau Rp 14.130 triliun. "Artinya, kita masih membutuhkan sekitar Rp 870 triliun atau 6,18% dari PDB 2024," ujarnya dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Modal Pasar RI Bakal Gede Banget? Ini Bocoran OJK!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selain itu, OJK juga menargetkan jumlah perusahaan tercatat mencapai 1.100 emiten pada tahun 2027. Hingga 12 September 2025, sudah ada 954 emiten, sehingga diperlukan upaya untuk mengajak 146 perusahaan lagi untuk melantai di bursa.

Target lainnya adalah peningkatan rata-rata nilai transaksi harian menjadi Rp 25 triliun per hari pada tahun 2027. Data per 12 September 2025 menunjukkan angka Rp 14,6 triliun per hari, sehingga masih ada selisih Rp 10,4 triliun per hari yang perlu dikejar. "Insya Allah itu bisa tercapai dan saya yakin dekat kalau didukung oleh semua pihak," kata Inarno.

Dari sisi investor, OJK menargetkan jumlah investor pasar modal mencapai lebih dari 20 juta orang pada tahun 2027. Per 12 September 2025, jumlah investor tercatat sebanyak 18,29 juta orang. Ini berarti, upaya literasi dan inklusi keuangan pasar modal perlu ditingkatkan untuk menarik 1,71 juta investor baru.

Terakhir, OJK menargetkan nilai dana kelolaan mencapai Rp 1.000 triliun pada tahun 2027. Per 12 September 2025, nilai dana kelolaan sudah mencapai Rp 907,04 triliun, sehingga masih ada selisih Rp 92,96 triliun yang perlu dicapai. "Mungkin ingat bahwasanya ini pernah saya paparkan pada saat fit and proper, jadi ini juga kami masukkan sebagai target di roadmap Indonesia tidak ditambah dan tidak dikurang sebetulnya," pungkasnya.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar