Mobil Hybrid: Irit BBM, Ramah Lingkungan? Simak!

Toni Rasta

Mobil Hybrid: Irit BBM, Ramah Lingkungan? Simak!

Ekonomi- Mencari mobil hemat bahan bakar dan ramah lingkungan? Mobil hybrid bisa jadi solusi. Popularitasnya di Indonesia meningkat karena kemampuannya menekan konsumsi BBM. Mobil hybrid berbeda dengan mobil listrik murni karena masih menggunakan bensin sebagai sumber tenaga utama. Namun, dilengkapi juga dengan baterai yang terisi otomatis saat mobil digunakan.

Teknologi hybrid menjadi solusi transisi antara mobil konvensional dan mobil listrik. Cocok bagi yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa bergantung sepenuhnya pada listrik. Berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian dan jenis-jenis mobil hybrid.

Mobil Hybrid: Irit BBM, Ramah Lingkungan? Simak!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Apa Itu Mobil Hybrid?

Hybrid berarti gabungan. Dalam otomotif, mobil hybrid menggunakan lebih dari satu sumber tenaga, umumnya mesin bensin/diesel dan motor listrik. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang.

Mobil hybrid lebih hemat bahan bakar dibanding mobil konvensional. Perawatannya pun tidak jauh berbeda. Servis berkala tetap dilakukan, dan baterai lithium umumnya bebas perawatan.

Mobil hybrid bekerja dengan memanfaatkan mesin bensin dan motor listrik. Saat kecepatan rendah, sistem mengandalkan motor listrik. Saat daya baterai menipis, mesin bensin mengambil alih. Baterai juga menjalankan sistem kelistrikan seperti AC dan audio.

Jenis-Jenis Mobil Hybrid

Terdapat tiga jenis utama sistem mobil hybrid: full hybrid, mild hybrid, dan plug-in hybrid. Masing-masing memiliki cara kerja dan karakteristik yang berbeda.

  1. Full Hybrid: Memiliki konfigurasi parallel, serial, dan parallel-serial. Tenaga penggerak berasal dari mesin bensin, motor listrik, atau kombinasi keduanya. Kedua sumber daya bekerja bersamaan. Saat kecepatan rendah, mesin bensin dapat menggerakkan roda dan mengisi daya baterai.

  2. Mild Hybrid: Dilengkapi baterai kecil untuk membantu mengurangi beban kerja mesin, terutama saat mobil mulai bergerak. Tidak menggunakan motor listrik sebagai sumber tenaga tersendiri. Mengandalkan starter generator gabungan untuk memberikan tambahan tenaga di awal akselerasi, sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien.

  3. Plug-in Hybrid: Mirip dengan full hybrid, tetapi memiliki baterai berkapasitas lebih besar. Memungkinkan mobil melaju lebih jauh hanya dengan tenaga listrik. Dapat diisi ulang melalui proses charging di rumah atau di SPKLU. Mesin bensin menjadi cadangan dan jarang digunakan selama baterai masih cukup.

Ekonomi.or.id

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar