EKONOMI – 12 Juni 2026 | Misbakhun Minta APBN 2027 Perhatikan Kelas Menengah, mengingat beban inflasi dan biaya hidup yang kini melumpuhkan rumah tangga menengah di seluruh Indonesia. Dalam sambutan publiknya, ia menegaskan bahwa tantangan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah, melainkan juga oleh kelas menengah yang semakin terpinggirkan.
Latihan Ekonomi Kelas Menengah di Tahun 2024-2026
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga kelas menengah mengalami kenaikan rata-rata 8% per tahun sejak 2022. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya harga pangan, energi, serta biaya pendidikan dan kesehatan. Misbakhun menilai bahwa tanpa intervensi fiskal yang tepat, tekanan ini akan berlanjut hingga tahun 2027.
Usulan Kebijakan dalam APBN 2027
Menurut Misbakhun Minta APBN 2027 Perhatikan Kelas Menengah, terdapat tiga pilar utama yang harus dimasukkan dalam anggaran negara:
- Penguatan subsidi energi bagi rumah tangga menengah, dengan mekanisme penargetan berbasis digital.
- Peningkatan alokasi dana bagi program pendidikan vokasi yang dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja kelas menengah.
- Perluasan akses kredit mikro dan menengah dengan suku bunga rendah, guna mendukung usaha kecil menengah (UKM) yang menjadi sumber pendapatan utama.
Pengaruh Kebijakan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Para ekonom memperkirakan bahwa implementasi kebijakan di atas dapat menambah pertumbuhan PDB sebesar 0,3-0,5 poin persentase per tahun. Selain itu, dukungan terhadap kelas menengah diharapkan dapat menstabilkan konsumsi domestik, yang selama ini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Reaksi Publik dan Pemerintah
Reaksi dari kalangan bisnis dan LSM positif. Beberapa asosiasi pengusaha mengungkapkan bahwa kebijakan yang diusulkan Misbakhun Minta APBN 2027 Perhatikan Kelas Menengah dapat menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Di sisi lain, pemerintah masih menilai tantangan fiskal, mengingat defisit anggaran yang belum kembali ke level target 3% dari PDB.
Langkah Selanjutnya
Pemerintah dijadwalkan menyelesaikan rancangan APBN 2027 pada kuartal ketiga 2025. Selama proses tersebut, Misbakhun berjanji akan terus mengadvokasi kepentingan kelas menengah melalui forum-forum kebijakan, termasuk rapat koordinasi lintas kementerian.
Dengan menempatkan kelas menengah sebagai prioritas, APBN 2027 diharapkan tidak hanya mengurangi beban inflasi, tetapi juga memperkuat pondasi ekonomi jangka panjang Indonesia.
Kesimpulannya, panggilan Misbakhun Minta APBN 2027 Perhatikan Kelas Menengah menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan fiskal harus lebih inklusif, menyentuh semua segmen masyarakat yang terdampak oleh dinamika ekonomi global.






