EKONOMI – 31 Mei 2026 | Danantara Tak Kunjung Umumkan Laporan Keuangan, Ini Alasannya menjadi sorotan utama pasar modal Indonesia setelah publik menunggu klarifikasi resmi. COO Danantara, Dony Oskaria, akhirnya mengungkapkan beberapa faktor yang menghambat proses publikasi laporan keuangan perusahaan.
Latar Belakang Situasi
Sejak kuartal pertama tahun 2024, para pemegang saham dan analis keuangan menuntut transparansi penuh dari Danantara. Namun, perusahaan terus menunda pengumuman laporan keuangan tahunan, memicu spekulasi tentang kesehatan finansialnya. Ketidakjelasan ini tidak hanya menurunkan kepercayaan investor, tetapi juga menimbulkan pertanyaan regulator tentang kepatuhan perusahaan terhadap aturan pasar modal.
Pernyataan Resmi COO Dony Oskaria
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Dony Oskaria menjelaskan bahwa penundaan tersebut bukanlah keputusan sepihak, melainkan akibat kombinasi faktor internal dan eksternal. Ia menegaskan, “Kami sedang menyelesaikan audit menyeluruh yang melibatkan auditor independen internasional. Proses ini membutuhkan waktu lebih lama daripada perkiraan awal karena kompleksitas struktur kepemilikan dan beberapa transaksi lintas negara yang masih dalam tahap verifikasi.”
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penundaan
- Audit Internasional: Keterlibatan auditor luar negeri menambah prosedur verifikasi yang ketat, terutama terkait dengan aset digital dan investasi di sektor fintech.
- Regulasi Pemerintah: Pemerintah Indonesia baru saja memperketat persyaratan pelaporan untuk perusahaan teknologi keuangan, memaksa Danantara untuk menyesuaikan sistem akuntansi.
- Restrukturisasi Bisnis: Pada akhir 2023, Danantara melakukan restrukturisasi portofolio produk, yang menyebabkan pergeseran alokasi aset dan membutuhkan penyesuaian laporan keuangan.
- Kendala Teknologi: Implementasi sistem ERP baru masih dalam fase uji coba, sehingga data keuangan belum dapat diekstrak secara konsisten.
Dampak terhadap Investor dan Pasar
Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh “Danantara Tak Kunjung Umumkan Laporan Keuangan, Ini Alasannya” berdampak signifikan pada pergerakan saham perusahaan. Pada minggu pertama penundaan, saham Danantara mengalami penurunan 12 persen, sementara volume perdagangan meningkat tajam karena aksi jual panik. Analis menilai bahwa jika perusahaan tidak dapat menyelesaikan audit dalam tiga bulan ke depan, risiko penurunan nilai pasar akan semakin tinggi.
Selain itu, lembaga pemeringkat kredit mulai meninjau ulang rating Danantara. Sementara beberapa broker tetap memberikan rekomendasi “hold” dengan catatan bahwa penyelesaian audit akan menjadi penentu utama untuk mengembalikan kepercayaan investor.
Langkah Selanjutnya yang Diharapkan
Menurut Oskaria, Danantara berkomitmen untuk menyelesaikan audit dan mengumumkan laporan keuangan selambat-lambatnya pada kuartal kedua 2025. Perusahaan juga berencana mengadakan pertemuan khusus dengan pemegang saham untuk menjelaskan progres audit dan strategi restrukturisasi bisnis ke depan.
Investor diharapkan dapat memantau pengumuman resmi melalui situs resmi Danantara serta kanal regulator OJK. Transparansi yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi volatilitas harga saham dan memperkuat posisi Danantara di pasar fintech Indonesia.
Secara keseluruhan, “Danantara Tak Kunjung Umumkan Laporan Keuangan, Ini Alasannya” mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan teknologi keuangan dalam menyeimbangkan pertumbuhan inovatif dengan kepatuhan regulasi yang ketat. Penyelesaian audit dan klarifikasi publikasi laporan keuangan akan menjadi indikator utama apakah Danantara dapat mengembalikan kepercayaan pasar dan melanjutkan ekspansi bisnisnya.






