INCO Untung Ratusan Miliar! Kok Bisa Turun?

Toni Rasta

INCO Untung Ratusan Miliar! Kok Bisa Turun?

Ekonomi – PT Vale Indonesia Tbk (INCO), perusahaan tambang nikel terkemuka, mengumumkan perolehan laba bersih sebesar US$25,2 juta atau setara dengan Rp414,56 miliar pada semester pertama tahun 2025. Angka ini tercatat dalam laporan keuangan terbaru yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meskipun demikian, laba ini mengalami penurunan sebesar 32,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana Vale mencatatkan laba sebesar US$37,28 juta.

Dari sisi pendapatan, Vale membukukan pendapatan usaha sebesar US$426,73 juta atau sekitar Rp7,02 triliun. Capaian ini juga menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$478,75 juta. Penurunan ini terjadi meskipun secara kuartalan, volume produksi Vale mengalami peningkatan sebesar 9% pada triwulan kedua 2025 dibandingkan triwulan sebelumnya. Pengiriman nikel matte Vale meningkat menjadi 18.023 ton, dibandingkan dengan 17.096 ton pada triwulan pertama 2025.

 INCO Untung Ratusan Miliar! Kok Bisa Turun?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Harga realisasi rata-rata nikel matte pada triwulan kedua 2025 mencapai US$12.091 per ton, sedikit meningkat dari US$11.932 pada triwulan sebelumnya. Namun, selain penerapan royalti baru, keputusan perusahaan untuk mempercepat jadwal pemeliharaan terencana (sekitar 20 hari) mulai paruh kedua tahun 2025 juga berdampak pada operasi triwulan kedua.

Direktur dan Chief Financial Officer Vale Indonesia, Rizky Putra, menyatakan bahwa perusahaan akan memiliki landasan yang lebih kuat mulai paruh kedua tahun ini. "Kami telah mencapai kesepakatan baru untuk penetapan harga nikel matte dengan para pelanggan dan juga memperoleh persetujuan untuk revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) sekitar 2,2 juta ton bijih saprolit dari blok Bahodopi. Perkembangan ini diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak aliran pendapatan dan memperkuat baseline PT Vale ke depannya," ujar Rizky.

Meskipun pendapatan naik, laba INCO tertekan oleh beban pokok penjualan yang mencapai US$396,58 juta, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar US$417,16 juta. Per Juni 2025, perusahaan mencatatkan aset sebesar US$3,17 miliar, sedikit menurun dari periode 31 Desember 2024 yang mencapai US$3,176 miliar. Liabilitas dan ekuitas INCO tercatat masing-masing sebesar US$442,77 juta dan US$2,72 miliar. Informasi ini dikutip dari ekonomi.or.id.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar