Ekonom Bandingkan RI dan Vietnam yang Kini Negara Menengah Atas: Apa Peluang Indonesia di Era Persaingan Global?

ely

Ekonom Bandingkan RI dan Vietnam yang Kini Negara Menengah Atas: Apa Peluang Indonesia di Era Persaingan Global?
Ekonom Bandingkan RI dan Vietnam yang Kini Negara Menengah Atas: Apa Peluang Indonesia di Era Persaingan Global?

EKONOMI – 05 Juli 2026 | Ekonom Bandingkan RI dan Vietnam yang Kini Negara Menengah Atas, Didik J Rachbini, ekonom INDEF sekaligus Rektor Universitas Paramadina, menyoroti dinamika pertumbuhan ekonomi dua negara Asia Tenggara yang kini berada pada tingkat menengah atas. Dalam wawancara terbarunya, ia menekankan bahwa perbandingan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan kebijakan struktural yang dapat dijadikan pelajaran bagi Indonesia.

Latar Belakang Perbandingan

Indonesia dan Vietnam telah menapaki jalur transformasi ekonomi sejak dekade 1990-an. Kedua negara berhasil meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita secara konsisten, namun laju pertumbuhan Vietnam dalam lima tahun terakhir melampaui Indonesia. Menurut data BPS dan General Statistics Office Vietnam, pertumbuhan tahunan rata-rata Vietnam mencapai 6,5% dibandingkan 5,2% Indonesia.

Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi

Dalam aspek produktivitas, Ekonom Bandingkan RI dan Vietnam yang Kini Negara Menengah Atas menyoroti bahwa Vietnam telah berhasil meningkatkan nilai tambah sektor manufaktur melalui kebijakan zona ekonomi khusus (ZEZ) yang menarik investasi asing langsung (FDI). Sementara Indonesia masih bergantung pada sektor komoditas dan pertambangan, meski upaya diversifikasi sedang digalakkan.

  • Investasi Asing: Vietnam mencatat FDI sebesar US$ 20 miliar pada 2023, lebih tinggi 30% dibandingkan Indonesia.
  • PDB per Kapita: Pada 2023, PDB per kapita Vietnam mencapai US$ 4.300, sementara Indonesia berada di US$ 4.000.
  • Ekspor: Produk elektronik dan tekstil menjadi unggulan Vietnam, sedangkan Indonesia masih dominan pada produk pertambangan.

Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Vietnam

Rachbini mengidentifikasi tiga pilar utama yang mendorong Vietnam masuk negara menengah atas. Pertama, reformasi birokrasi yang mempercepat perizinan. Kedua, kebijakan pendidikan vokasi yang menyiapkan tenaga kerja terampil. Ketiga, integrasi perdagangan regional melalui perjanjian seperti CPTPP dan RCEP, yang membuka akses pasar lebih luas.

Tantangan dan Peluang Indonesia

Meskipun Indonesia memiliki pasar domestik terbesar di ASEAN, tantangan struktural masih menghambat percepatan menuju status negara menengah atas yang lebih kuat. Masalah infrastruktur, regulasi yang kompleks, serta kesenjangan kualitas tenaga kerja menjadi fokus utama. Namun, peluang tetap terbuka melalui digitalisasi ekonomi, pengembangan industri kreatif, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Ekonom Bandingkan RI dan Vietnam yang Kini Negara Menengah Atas menekankan pentingnya kebijakan yang konsisten dan terukur. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat memperkuat ekosistem inovasi, mempercepat reformasi pajak, serta meningkatkan kualitas pendidikan untuk menutup kesenjangan produktivitas.

Secara keseluruhan, perbandingan ini memberikan gambaran bahwa Vietnam berhasil memanfaatkan keunggulan kompetitifnya melalui kebijakan terarah, sementara Indonesia masih berada di persimpangan jalan. Dengan mengambil pelajaran dari strategi Vietnam, Indonesia memiliki peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan memperkokoh posisi sebagai salah satu negara menengah atas di Asia.

Also Read

Tinggalkan komentar