Ekonomi – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) semakin percaya diri dalam memacu pertumbuhan kreditnya. Dana segar senilai Rp25 triliun yang dikucurkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diyakini akan terserap habis pada akhir tahun 2025.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengungkapkan optimisme tersebut dalam sebuah acara di Bandung Barat, Jumat (18/9/2025). Menurutnya, proyeksi awal menunjukkan bahwa penyaluran dana bahkan bisa lebih cepat dari perkiraan, yakni pada November 2025.

"Pipeline kredit yang kami susun menunjukkan potensi penyerapan yang sangat baik. Namun, secara resmi kami menargetkan seluruh likuiditas ini terserap pada Desember 2025, yang akan mendorong pertumbuhan kredit secara signifikan," ujar Nixon. Ia menambahkan, tambahan dana ini akan mengatasi masalah likuiditas yang sebelumnya dihadapi BTN. Tantangan utama saat ini adalah bagaimana mempertahankan calon debitur agar tidak beralih ke bank pesaing.
Nixon menjelaskan, persaingan di sektor perbankan akan bergeser dari fokus pada likuiditas menjadi perebutan penyaluran kredit. Untuk itu, BTN akan mempercepat proses persetujuan kredit agar dapat mengamankan calon debitur potensial.
BTN menargetkan pertumbuhan kredit di akhir tahun 2025 tetap berada di kisaran 7-9%. Namun, dengan adanya tambahan modal ini, Nixon memperkirakan pertumbuhan dapat mencapai batas atas, yaitu 9%.
Seperti yang diketahui, BTN menerima penempatan dana sebesar Rp25 triliun dari pemerintah sebagai bagian dari upaya mempercepat pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dana ini merupakan bagian dari total Rp200 triliun yang dialokasikan pemerintah kepada bank-bank Himbara.
Dana tersebut berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. 276 Tahun 2025.





