Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan terkait permintaan sejumlah bank BUMN untuk mendapatkan tambahan penempatan dana dari pemerintah. Hal ini diungkapkan setelah Purbaya melakukan inspeksi mendadak ke Bank Mandiri dan BNI beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungannya, Purbaya menyoroti penyaluran dana pemerintah yang telah dipercayakan kepada bank-bank tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 70% dana yang disalurkan ke Bank Mandiri telah terserap ke sektor produktif. "Saya monitor, dari uang yang kita kasih ke mereka, 70% sudah keserap, sudah disalurkan. Mungkin mereka minta lagi kalau bisa ada tambahan yang bisa disalurkan ke sektor yang lain. Mungkin ke properti dan otomotif," ujar Purbaya, seperti dikutip ekonomi.or.id, Sabtu (11/10/2025).

Kinerja kredit Bank Mandiri juga dinilai menggembirakan setelah menerima dana Rp55 triliun dari total Rp200 triliun. Pertumbuhan kredit yang semula 8% meningkat menjadi hampir 11%. "Data terakhir, belum penuh satu bulan kan. Jadi positif, sinyal positif. Artinya kira-kira stimulus saya akan jalan di ekonomi," tambahnya.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, juga mengusulkan agar pemerintah menambah penempatan dana di BRI. Saat ini, BRI telah menyalurkan sekitar 60% hingga 65% dari total Rp55 triliun dana pemerintah yang diterima pada 12 September lalu. "Harapannya ke depan mungkin bisa ditambah lagi," kata Hery.
Menanggapi usulan tersebut, Purbaya menyatakan akan melakukan verifikasi langsung kesiapan BRI. "Mau saya datangin dia (BRI), bilang sudah siap, saya akan cek. Betul-betul nanti saya akan datangi dia. Betul siap apa enggak," tegas Purbaya usai menghadiri sebuah acara.
Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa masih ada sisa dana pemerintah di Bank Indonesia (BI) sebesar Rp275 triliun. Ia berencana menempatkan Rp10 triliun hingga Rp20 triliun di bank pembangunan daerah (BPD), seperti Bank Jakarta dan Bank Jatim. "Saya sekarang punya Rp275 triliun cash nganggur. Jadi kita lagi diskusiin sama mereka, mereka bisa terima berapa sih," pungkas Purbaya.





