Ekonomi – Sektor jasa pertambangan nikel dan bauksit menunjukkan performa yang solid berkat permintaan tinggi dari smelter yang sudah beroperasi. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Harmoni Panca Utama, Ahmad Kharis.
Namun, industri batu bara mengalami penurunan produksi hingga 100 juta ton, memberikan dampak signifikan bagi perusahaan jasa pertambangan yang masih bergantung pada sektor ini sebagai sumber pendapatan utama. Sekitar 85% bisnis mereka masih bertumpu pada batu bara.

Di tengah tantangan ini, pengembangan hilirisasi nikel, bauksit, dan emas dipandang sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan bisnis jasa pertambangan dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Ahmad Kharis menjelaskan bahwa hilirisasi menawarkan potensi besar bagi kontraktor pertambangan untuk diversifikasi dan meningkatkan nilai tambah. Meskipun demikian, ada tantangan yang perlu diatasi, termasuk investasi teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan regulasi yang mendukung.
Bagaimana prospek dan tantangan bisnis jasa pertambangan di era hilirisasi ini? Simak ulasan lengkapnya bersama Ahmad Kharis, Presiden Direktur PT Harmoni Panca Utama, dalam wawancara eksklusif ekonomi.or.id.





