Wilmar Group: Profil Raksasa Agribisnis yang Disorot

Toni Rasta

Wilmar Group: Profil Raksasa Agribisnis yang Disorot

Ekonomi- Kasus dugaan korupsi ekspor CPO yang menyeret PT Wilmar Group, dengan penyitaan aset mencapai Rp11,8 triliun oleh Kejaksaan Agung, membuat profil perusahaan agribisnis raksasa ini menjadi sorotan publik. Berikut ulasan mendalam mengenai Wilmar Group dan daftar anak usahanya di Indonesia.

Wilmar Group didirikan pada tahun 1991 oleh dua tokoh pengusaha terkemuka, Kuok Khoon Hong dari Singapura dan Martua Sitorus dari Indonesia. Awalnya bernama Wilmar Trading Pte Ltd, perusahaan ini memulai dengan modal 100.000 dolar Singapura dan hanya lima karyawan.

 Wilmar Group: Profil Raksasa Agribisnis yang Disorot
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Dalam daftar miliarder dunia Forbes, Kuok Khoon Hong tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Singapura dengan kekayaan mencapai 3,4 miliar dolar AS. Sementara itu, Martua Sitorus juga masuk dalam jajaran miliarder Indonesia dengan kekayaan 3,5 miliar dolar AS.

Wilmar Group bergerak di berbagai bidang, mulai dari budidaya kelapa sawit, pengolahan biji minyak, hingga produksi berbagai produk konsumen seperti minyak goreng, margarin, dan pupuk. Perusahaan ini memiliki jaringan distribusi yang luas, mencakup lebih dari 50 negara di seluruh dunia.

Di Indonesia, Wilmar memiliki perkebunan kelapa sawit yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit, pabrik pupuk, dan pabrik gula. Wilmar juga dikenal sebagai produsen minyak goreng kemasan bermerek terbesar di Indonesia.

Wilmar Group adalah perusahaan induk yang mengelola lebih dari 1.000 pabrik manufaktur di lebih dari 30 negara. Perusahaan ini memiliki sekitar 100.000 karyawan dari berbagai latar belakang.

Pada tahun 2020, salah satu anak perusahaan Wilmar di China, Yihai Kerry Arawana, melantai di Bursa Saham Shenzhen melalui IPO senilai 2,1 miliar dolar AS. Wilmar Group juga tercatat sebagai salah satu perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar tertinggi di Bursa Efek Singapura (SGX).

Pada tahun 2024, Wilmar Group mencatatkan pendapatan sebesar 67,2 miliar dolar AS, total aset sebesar 61,8 miliar dolar AS, dan keuntungan sebesar 1,5 miliar dolar AS.

Produk-produk yang dihasilkan oleh Wilmar Group antara lain minyak goreng Sania, Siip, Sovia, Fonta, Tulip, Arawana Brand, Wonder Farm, Fortune, Rupchanda, Mamador, Simply Dau Dau Nanh, Cheerose, dan masih banyak lagi.

Berikut adalah beberapa anak usaha PT Wilmar Group di Indonesia:

  • PT Multimas Nabati Asahan
  • PT Multi Nabati Sulawesi
  • PT Sinar Alam Permai
  • PT Wilmar Bioenergi Indonesia
  • PT Wilmar Nabati Indonesia

Kasus hukum yang melibatkan PT Wilmar Group menjadi pengingat akan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku. ekonomi.or.id

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar