Latar Belakang Masalah PT Granito
EKONOMI – 01 Juli 2026 | Penasihat Khusus Presiden Bicara Nasib PT Granito, Singgung Danantara dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada Senin kemarin, menyoroti krisis yang melanda perusahaan batu granit terbesar di Indonesia. PT Granito, yang selama puluhan tahun menjadi pemain utama dalam ekspor batu granit, kini menghadapi tekanan likuiditas akibat penurunan permintaan global, naiknya biaya produksi, serta masalah manajemen internal. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan tidak hanya bagi para karyawan, tetapi juga bagi rantai pasok yang melibatkan ribuan UMKM di seluruh nusantara.
Pernyataan Resmi Penasihat Khusus Presiden
Dalam sambutannya, Penasihat Khusus Presiden Bicara Nasib PT Granito, Singgung Danantara menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan perusahaan strategis ini gulung tikar. “Kami sedang menyiapkan paket bantuan yang meliputi restrukturisasi utang, insentif pajak, serta pelatihan ulang bagi tenaga kerja,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dialog intensif sudah berlangsung dengan manajemen PT Granito dan pemegang saham utama, termasuk Danantara Group, yang menjadi salah satu investor kunci.
Dampak Terhadap Industri Batu Granit Nasional
Keputusan pemerintah untuk turun tangan di sektor ini diperkirakan akan memberikan efek berganda. Pertama, stabilisasi PT Granito akan menahan potensi PHK massal yang dapat memicu angka pengangguran di daerah penambangan batu granit, khususnya di provinsi Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Kedua, dukungan fiskal dan kebijakan yang diusulkan oleh Penasihat Khusus Presiden Bicara Nasib PT Granito, Singgung Danantara akan meningkatkan daya saing produk granit Indonesia di pasar internasional, mengingat persaingan ketat dengan produsen dari India dan China.
- Pengurangan beban pajak ekspor selama tiga tahun pertama.
- Penyediaan dana lunak melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor (LPE).
- Program pelatihan teknologi pemotongan batu dengan mesin CNC modern.
Langkah Selanjutnya Pemerintah dan PT Granito
Setelah pernyataan resmi, langkah konkrit akan dimulai dengan pembentukan tim kerja gabungan yang melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, serta perwakilan PT Granito dan Danantara. Tim ini akan menyusun rencana restrukturisasi keuangan dalam waktu 30 hari, serta mengidentifikasi proyek-proyek investasi baru yang dapat memperluas nilai tambah produk granit, seperti pembuatan ubin dekoratif dan perabotan interior.
Selanjutnya, Penasihat Khusus Presiden Bicara Nasib PT Granito, Singgung Danantara menekankan pentingnya transparansi dalam proses ini. “Setiap alokasi dana dan kebijakan harus dipublikasikan secara terbuka, agar masyarakat dan pemangku kepentingan dapat memantau kemajuan program,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa dukungan publik, termasuk konsumen domestik yang beralih ke produk lokal, menjadi faktor penentu keberhasilan kebijakan ini.
Secara keseluruhan, intervensi pemerintah yang dipimpin oleh Penasihat Khusus Presiden Bicara Nasib PT Granito, Singgung Danantara menandai titik balik bagi industri batu granit Indonesia. Dengan kombinasi kebijakan fiskal, dukungan teknis, dan kerjasama antara sektor publik dan swasta, diharapkan PT Granito tidak hanya kembali stabil, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi pelopor inovasi dalam rantai nilai batu alam. Keberhasilan ini akan menjadi contoh konkret bagaimana pemerintah dapat melindungi industri strategis sekaligus menciptakan lapangan kerja berkelanjutan bagi jutaan pekerja Indonesia.






