EKONOMI – 11 Juni 2026 | Bos Baru BGN Merapat ke Istana, Lapor Prabowo soal Efisiensi Anggaran, menandai langkah strategis baru dalam pengelolaan dana gizi nasional. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan rencana penghematan yang diharapkan dapat menurunkan beban fiskal pemerintah tanpa mengorbankan program gizi masyarakat.
Latar Belakang Penunjukan dan Kunjungan
Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai bos baru BGN disambut hangat oleh kalangan ekonomi dan kebijakan publik. Sebagai seorang akademisi dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam bidang gizi, Deyang dipercaya dapat memperkuat sinergi antara kementerian terkait dan lembaga pemerintah. Kunjungan pertamanya ke Istana merupakan bagian dari agenda resmi yang dirancang oleh Presiden untuk meninjau secara langsung upaya efisiensi anggaran di sektor kritis.
Inti Laporan kepada Presiden Prabowo
Dalam rapat tertutup, Bos Baru BGN Merapat ke Istana, Lapor Prabowo soal Efisiensi Anggaran dengan menekankan tiga pilar utama: restrukturisasi program subsidi gizi, optimalisasi rantai pasok bahan pangan, serta penerapan teknologi digital untuk monitoring real‑time. Deyang menyampaikan bahwa melalui pemangkasan birokrasi yang berlapis, pemerintah dapat menghemat hingga 15 persen dari anggaran tahunan BGN.
Restrukturisasi Program Subsidi
- Pengalihan subsidi langsung ke keluarga rentan melalui sistem kartu pintar.
- Peningkatan kriteria kelayakan berbasis data kesehatan terintegrasi.
- Pengurangan duplikasi program antara BGN dan kementerian terkait.
Optimalisasi Rantai Pasok
Penggunaan model logistik terpusat akan menurunkan biaya transportasi dan penyimpanan bahan pangan esensial. Deyang menegaskan bahwa kerjasama dengan sektor swasta untuk distribusi dapat mempercepat alur barang ke daerah terpencil.
Digitalisasi dan Monitoring
Penerapan platform digital berbasis cloud memungkinkan pemantauan penggunaan dana secara transparan. Sistem ini akan memberi peringatan dini bila terjadi penyimpangan, sehingga memungkinkan intervensi cepat.
Reaksi Pemerintah dan Stakeholder
Presiden Prabowo menanggapi laporan dengan optimisme, menyatakan bahwa efisiensi anggaran bukan sekadar penghematan, melainkan investasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menteri Keuangan juga menambahkan bahwa alokasi kembali dana yang dihemat akan diarahkan ke program infrastruktur kesehatan.
Berbagai organisasi non‑pemerintah (LSM) dan asosiasi industri menilai langkah ini sebagai sinyal positif, meski menuntut transparansi lebih lanjut dalam implementasinya.
Implikasi bagi Masyarakat
Jika berhasil, strategi Bos Baru BGN Merapat ke Istana, Lapor Prabowo soal Efisiensi Anggaran dapat menurunkan biaya hidup keluarga miskin melalui subsidi yang lebih tepat sasaran. Selain itu, peningkatan efisiensi dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana negara.
Prospek ke Depan
Keberhasilan implementasi kebijakan ini akan menjadi tolok ukur bagi kementerian lain dalam mengadopsi praktik serupa. Deyang menutup pertemuan dengan komitmen untuk melaporkan progres secara berkala kepada Presiden, mengindikasikan bahwa agenda efisiensi anggaran akan menjadi fokus utama dalam agenda nasional tahun mendatang.






