EKONOMI – 08 Juni 2026 | Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Janji Turun Gunung Saat Ada Ancaman PHK, menandai langkah penting pemerintah baru dalam mengatasi dinamika pasar tenaga kerja pasca pemilihan umum 2024. Penunjukan resmi Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Prabowo Subianto di bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh disampaikan dalam upacara pelantikan yang dihadiri oleh pejabat tinggi kementerian serta perwakilan serikat pekerja.
Latar Belakang Penunjukan
Said Iqbal, yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh bisnis dan aktivis ketenagakerjaan, dipilih karena rekam jejaknya dalam memfasilitasi dialog antara dunia usaha dan serikat pekerja. Pengalaman tersebut dianggap krusial untuk merumuskan kebijakan yang dapat menurunkan tingkat pengangguran dan mengurangi risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Pemerintah menegaskan bahwa fokus utama adalah menciptakan iklim kerja yang stabil dan produktif.
Janji Turun Gunung
Dalam pidatonya, Said Iqbal menegaskan kembali komitmen pribadi dengan mengulang kata-kata, “Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Janji Turun Gunung Saat Ada Ancaman PHK,” menandakan kesediaannya untuk turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluhan pekerja, dan memberikan solusi konkret. Ia menambahkan bahwa pendekatan “turun gunung” bukan sekadar retorika, melainkan tindakan yang melibatkan kunjungan rutin ke pabrik, perusahaan, serta lokasi kerja informal.
Strategi Kebijakan Ketenagakerjaan
Beberapa strategi yang dijanjikan antara lain:
- Pembentukan forum dialog bulanan antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja untuk membahas isu PHK dan upah.
- Peninjauan kembali peraturan PHK massal, termasuk pemberian kompensasi yang lebih adil bagi pekerja terdampak.
- Peningkatan program pelatihan vokasional yang selaras dengan kebutuhan industri 4.0.
- Penguatan jaringan perlindungan sosial bagi pekerja informal.
Strategi-strategi tersebut diharapkan dapat menurunkan angka PHK dan meningkatkan kesejahteraan buruh secara menyeluruh.
Reaksi Berbagai Pihak
Penunjukan Said Iqbal dan janjinya yang berani mendapat sambutan beragam. Serikat pekerja mengapresiasi komitmen “turun gunung” sebagai sinyal bahwa pemerintah serius menanggapi keluhan mereka. Sementara itu, beberapa asosiasi pengusaha menilai langkah ini sebagai peluang untuk memperbaiki hubungan industrial yang selama ini kerap tegang.
Ekonom menilai bahwa kebijakan yang diusulkan dapat menstabilkan pasar tenaga kerja, terutama di sektor manufaktur dan jasa yang paling rentan terhadap fluktuasi ekonomi global. Jika berhasil, langkah ini dapat menjadi model bagi negara lain yang menghadapi tantangan serupa.
Harapan Kedepan
Dengan menegaskan kembali, “Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Janji Turun Gunung Saat Ada Ancaman PHK,” Said Iqbal menekankan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya terletak pada perumusan, melainkan pada implementasi di lapangan. Ia menutup pidatonya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan ekosistem kerja yang adil, produktif, dan berkelanjutan.
Jika visi tersebut terwujud, Indonesia berpotensi memperkuat posisi ekonominya di kancah regional, sekaligus memberikan rasa aman bagi jutaan pekerja yang selama ini hidup dalam ketidakpastian. Kebijakan ini akan terus dipantau oleh media, akademisi, serta organisasi internasional yang menilai kebijakan ketenagakerjaan sebagai indikator utama stabilitas ekonomi nasional.
Ke depan, publik dapat mengharapkan laporan berkala mengenai progres kebijakan, serta evaluasi independen yang mengukur dampak nyata pada penurunan angka PHK. Dengan pendekatan yang inklusif dan komitmen pribadi yang kuat, harapan besar terbuka lebar bagi pasar tenaga kerja Indonesia.






