Ekonomi – PT BNI Sekuritas (BNIS) memproyeksikan ekonomi Indonesia tetap solid dan berpotensi tumbuh berkelanjutan, meski di tengah gejolak ekonomi global. Konsumsi domestik yang kuat, kebijakan stabil, investasi yang berkelanjutan, dan program sosial menjadi pendorong utama pertumbuhan. Pemerintah juga diperkirakan akan berhati-hati dalam ekspansi fiskal.
Menurut SEVP Research BNIS, Erwan Teguh, tantangan utama bagi Indonesia adalah fluktuasi harga komoditas dan perlambatan pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama, China. Namun, stimulus fiskal yang tepat sasaran dapat meningkatkan daya beli dan konsumsi, sehingga pasar konsumen Indonesia berpotensi mencatat pertumbuhan yang signifikan.

Selain konsumsi, industri nikel tetap menjadi andalan, meskipun harga komoditas yang fluktuatif dapat memengaruhi permintaan. Pemangkasan suku bunga global dan stimulus dari China juga memberikan sentimen positif. Namun, ketegangan geopolitik di Asia-Pasifik, serta konflik di Ukraina dan Gaza, dapat meningkatkan risiko terhadap perdagangan dan sentimen investor.
Valuasi pasar Indonesia, berdasarkan rasio P/E dan PBV, dinilai menarik dibandingkan negara-negara sejenis di Asia. Sektor telekomunikasi, barang konsumen, dan keuangan masih berada di bawah rata-rata historis. Pertumbuhan pasar modal diperkirakan akan didorong oleh sektor barang konsumen, kesehatan, dan keuangan, sementara sektor komoditas mungkin kurang menggairahkan.
BNIS menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 9.100 dalam skenario dasar, dengan rentang 7.100 hingga 10.700 dalam skenario bearish dan bullish. Potensi kenaikan IHSG diperkirakan mencapai 24%.
"Dengan proyeksi pertumbuhan yang stabil dan peluang investasi yang menarik di sektor-sektor tersebut, Indonesia menunjukkan potensi yang solid dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang ada," ujar Erwan.
Prospek pasar saham yang menjanjikan ini juga memicu optimisme di BNI Wealth Management. Hingga Oktober 2025, portofolio saham kelolaan BNI Wealth Management tumbuh 34%. Jumlah nasabah BNI Emerald juga meningkat 7% year on year (yoy) per Oktober 2025, didorong oleh kepercayaan nasabah dalam mengelola aset di BNI. Total AUM (DPK, Investasi, dan Bancassurance) BNI naik 11% yoy, dengan AUM Investasi tumbuh 13% yoy.
BNI Emerald menawarkan layanan perbankan personal dan premium yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Produk dan layanan ini dikurasi oleh tim profesional BNI Emerald untuk membantu nasabah mencapai tujuan keuangan mereka. Nasabah BNI Emerald dapat mengalokasikan kekayaan mereka ke dalam produk investasi dengan strategi yang tepat, sesuai nasihat dari ahlinya.
Dedicated Relationship Managers & Investment Specialists BNI yang berpengalaman siap membantu nasabah membuka potensi keuangan mereka. BNI Emerald menawarkan solusi finansial melalui berbagai produk terbaik yang dapat dipersonalisasikan sesuai kebutuhan dan profil nasabah, seperti tabungan, reksa dana, obligasi, treasury/structured, saham, dan bancassurance.





