Ekonomi – Kabar gembira bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)! Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengumumkan bahwa plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026 akan ditingkatkan menjadi Rp 320 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar Rp 40 triliun dibandingkan dengan plafon tahun 2025 yang sebesar Rp 280 triliun.
Peningkatan plafon KUR ini, menurut Maman, sejalan dengan visi Presiden terpilih Prabowo Subianto yang sangat menaruh perhatian pada pengembangan ekonomi kerakyatan. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Maman menyampaikan bahwa kenaikan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Namun, kenaikan plafon ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi Kementerian UMKM. Maman menekankan pentingnya penyaluran KUR yang tepat sasaran, terutama ke sektor-sektor produktif. Ia menargetkan peningkatan alokasi KUR untuk sektor produksi agar dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Maman mengungkapkan bahwa hingga 15 November 2024, penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 60% dari target tahun ini. Ia juga mencatat bahwa penyaluran KUR ke sektor produksi terus meningkat sejak tahun 2020, mencapai puncaknya pada tahun ini.
"Sepanjang sejarah program KUR, inilah pertama kalinya kita mencapai target yang sesuai dengan yang sudah ditargetkan di sektor produksi, yaitu sebesar 60,7%. Insya Allah sampai Desember kita sampai di 61%," ujarnya.
Maman mengapresiasi kerja keras tim Kementerian UMKM dan seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam meningkatkan penyaluran KUR ke sektor produksi. Ia juga menyebutkan bahwa total debitur KUR pada tahun ini mencapai 4 juta pelaku UMKM. Dengan peningkatan plafon KUR di tahun 2026, diharapkan semakin banyak UMKM yang dapat mengakses modal dan mengembangkan usahanya.





