Krisis Mengintai? Jurus Ampuh Kaya Raya Ala Kiyosaki!

Toni Rasta

Krisis Mengintai? Jurus Ampuh Kaya Raya Ala Kiyosaki!

Ekonomi – Robert Kiyosaki, penulis buku laris "Rich Dad Poor Dad", kembali mengingatkan akan potensi badai ekonomi. Untuk menghadapinya, ia menyarankan untuk memegang erat tiga aset andalan: emas, perak, dan Bitcoin. Menurutnya, ketiga aset ini adalah benteng pertahanan terbaik saat ekonomi bergejolak.

Kiyosaki mengungkapkan melalui media sosial X bahwa dirinya jarang sekali menjual emas, perak, dan Bitcoin yang dimilikinya. Ia melihat ketiga aset ini sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

 Krisis Mengintai? Jurus Ampuh Kaya Raya Ala Kiyosaki!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lebih lanjut, Kiyosaki menyoroti "tiga antek" yang menjalankan pemerintahan Amerika Serikat, yaitu Gedung Putih, Departemen Keuangan AS, dan Federal Reserve, sebagai indikator potensi krisis yang akan datang. Ia menilai kebijakan yang diambil oleh lembaga-lembaga ini justru dapat memicu depresi ekonomi yang hebat.

"Bagi mereka yang memiliki pola pikir yang benar dan siap, Depresi Hebat berikutnya akan menjadi saat terbaik dalam hidup mereka. Mohon bersiap. Jaga diri kamu. Beli emas, perak, Bitcoin," tegas Kiyosaki.

Kritik pedas terhadap pemerintah dan lembaga keuangan bukan hal baru bagi Kiyosaki. Ia kerap menuduh mereka gagal mengelola perekonomian dengan efektif. Bahkan, ia menyebut mereka sebagai "keluarga Adams" dan "kartun yang membunuh perekonomian."

Menurut Kiyosaki, satu-satunya cara untuk melindungi diri dan keluarga adalah dengan bekerja keras, berhemat, dan berinvestasi pada aset-aset yang nilainya cenderung stabil, seperti emas, perak, dan Bitcoin.

Selain itu, Kiyosaki juga dikenal sebagai kritikus kebijakan keuangan konvensional dan pendukung pendidikan keuangan. Ia percaya bahwa pendidikan keuangan adalah kunci untuk mencapai kekayaan dan kesuksesan.

Kiyosaki juga memperingatkan untuk tidak terjebak dalam investasi tradisional seperti uang kertas, saham, obligasi, reksa dana, dan ETF. Menurutnya, investasi-investasi ini sering kali dilakukan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah yang bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan "palsu" yang dapat dikenai pajak.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar