Ekonomi – Pemerintah era Presiden Prabowo Subianto tancap gas dengan menggelontorkan stimulus ekonomi jumbo senilai Rp16,23 triliun. Paket kebijakan yang dikenal dengan nama Stimulus Ekonomi 8+4+5 ini diharapkan mampu mendongkrak daya beli masyarakat dan memacu pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2025.
Aris Hartanto, Direktur Utama BRI Life, melihat guyuran insentif ke berbagai sektor, mulai dari UMKM, perumahan, hingga diskon listrik, sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas daya beli. Menurutnya, hal ini akan berdampak positif pada keberlangsungan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, termasuk bisnis asuransi.

Lebih lanjut, Aris meyakini bahwa peningkatan daya beli dan geliat ekonomi akan mendorong minat dan kemampuan masyarakat untuk membeli produk asuransi. Program-program pemerintah, seperti insentif perumahan, juga diprediksi akan meningkatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini tentu saja akan meningkatkan permintaan terhadap asuransi perlindungan aset dan asuransi jiwa kredit.
"Dengan ekonomi yang lebih kuat, masyarakat akan lebih percaya diri untuk berinvestasi pada perlindungan diri dan aset mereka melalui asuransi," ujar Aris dalam wawancara eksklusif dengan ekonomi.or.id. Ia menambahkan bahwa BRI Life siap memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jangkauan dan menawarkan solusi perlindungan yang relevan bagi masyarakat Indonesia.





