Haji Isam Tajir Melintir Rp32 Triliun, Kok Belum Masuk Forbes?

Toni Rasta

Haji Isam Tajir Melintir Rp32 Triliun, Kok Belum Masuk Forbes?

Ekonomi – Nama Haji Isam, pengusaha asal Kalimantan Selatan, kian santer diperbincangkan. Setelah menerima penghargaan dari Presiden Prabowo, publik makin penasaran dengan sumber kekayaannya yang fantastis. Meski digadang-gadang sebagai "Crazy Rich Kalimantan," namanya belum tercantum dalam daftar orang terkaya Forbes. Mengapa demikian?

Kekayaan Haji Isam melonjak pesat, terutama setelah perusahaan miliknya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). ekonomi.or.id mencatat, total kekayaan Haji Isam dan putranya di dua perusahaan publik, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), mencapai Rp 14,16 triliun.

Haji Isam Tajir Melintir Rp32 Triliun, Kok Belum Masuk Forbes?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, angka ini baru sebagian kecil dari total asetnya. Haji Isam masih memiliki bisnis non-publik yang sangat besar, termasuk di sektor pertambangan batu bara dan pelayaran. Jika ditotal, estimasi kekayaannya bisa mencapai Rp 32 Triliun.

Lantas, mengapa Forbes belum memasukkan namanya dalam daftar 50 orang terkaya? Saat ini, posisi ke-50 diduduki oleh Kiki Barki, pengusaha batu bara dengan kekayaan US$ 1 miliar.

Forbes menghitung kekayaan berdasarkan nilai kekayaan bersih, yaitu total aset dikurangi total liabilitas. Aset yang dihitung meliputi aset lancar dan tetap, sementara liabilitas mencakup jangka panjang dan pendek.

"Kami menilai berbagai aset, termasuk perusahaan swasta, real estat, seni, dan banyak lagi. Kami tidak berpura-pura mengetahui neraca keuangan setiap miliarder (meskipun beberapa menyediakannya). Ketika dokumentasi tidak disertakan atau tersedia, kami mengabaikan kekayaan," tulis Forbes dalam laman resminya.

Selain itu, Forbes juga mempertimbangkan harga saham dan nilai tukar. Fluktuasi keduanya dapat memengaruhi posisi seseorang dalam daftar. Perhitungan ini umumnya digunakan untuk mereka yang memiliki saham di perusahaan terbuka.

Kemungkinan, Forbes belum memiliki data lengkap mengenai aset non-publik Haji Isam. Atau, bisa jadi nilai asetnya belum memenuhi ambang batas untuk masuk dalam daftar bergengsi tersebut. Meski begitu, dengan kekayaan yang terus bertambah, bukan tidak mungkin Haji Isam akan segera meramaikan daftar orang terkaya dunia versi Forbes.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar