Investor Asing Kembali Serbu Pasar Modal! Saham Apa yang Diburu?

Toni Rasta

Investor Asing Kembali Serbu Pasar Modal! Saham Apa yang Diburu?

Ekonomi – Pasar modal Indonesia kembali bergairah seiring dengan masuknya dana asing. Meskipun secara keseluruhan mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 31,8 miliar di seluruh pasar pada hari Jumat (12/9/2025), namun di pasar reguler, investor asing justru melakukan aksi beli bersih (net buy) yang signifikan mencapai Rp 685,88 miliar. Aksi jual besar-besaran di pasar negosiasi dan tunai menjadi penyebab utama net sell secara keseluruhan.

Berdasarkan data yang dihimpun ekonomi.or.id, saham perbankan menjadi incaran utama investor asing. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin daftar dengan akumulasi net foreign flow mencapai Rp 300,2 miliar. Diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp121,1 miliar dan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) senilai Rp82,0 miliar.

Investor Asing Kembali Serbu Pasar Modal! Saham Apa yang Diburu?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selain sektor perbankan, saham-saham komoditas dan energi juga menarik perhatian investor asing. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan net foreign buy sebesar Rp71,8 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp62,9 miliar, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp53,1 miliar.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan Jumat (12/9/2025):

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp 300,2 miliar
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 121 miliar
  3. PT Singaraja Putra Tbk (SINI): Rp 82 miliar
  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 71,8 miliar
  5. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 62,9 miliar
  6. PT Astra International Tbk (ASII): Rp 59,5 miliar
  7. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS): Rp 57,2 miliar
  8. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI): Rp 56,7 miliar
  9. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp 53,1 miliar
  10. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): 52,5 miliar

Sentimen positif dari masuknya dana asing turut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,37% atau naik 106,16 poin ke level 7.854,06. Sebanyak 405 saham mengalami kenaikan, 251 saham mengalami penurunan, dan 149 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 17,84 triliun dengan 32,88 miliar saham berpindah tangan dalam 1,85 juta kali transaksi.

Hampir seluruh sektor perdagangan mencatatkan kinerja positif, dengan sektor energi, finansial, dan barang baku menjadi yang terdepan. Sektor industri menjadi satu-satunya sektor yang mengalami koreksi. Saham emiten batu bara Sinar Mas (DSSA) menjadi penopang utama pergerakan IHSG dengan kontribusi 23,38 indeks poin. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga memberikan kontribusi signifikan dengan kenaikan 2,45% ke Rp 4.180 per saham dan sumbangan 16,48 indeks poin. Saham-saham lain seperti ASII, BBCA, dan AMMN juga turut menjadi penggerak IHSG.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar